Film Moana versi live action yang dibintangi Dwayne Johnson kini sedang menghadapi tantangan di box office. Berbagai ulasan dari kritikus menunjukkan bahwa film ini dianggap kurang segar dibandingkan versi animasinya yang dirilis tahun 2016.
Banyak penonton merasa alur cerita berjalan datar dan karakter Moana serta Maui tidak memiliki chemistry yang kuat. Dwayne Johnson yang memerankan Maui disebut tampil dengan gaya autopilot, tanpa banyak improvisasi yang membuat penonton terkesan.
Beberapa media menyebut film ini sebagai puncak dari tren remake Disney yang terasa repetitif. Visual efek yang megah memang hadir, namun tidak cukup untuk mengangkat kualitas cerita secara keseluruhan.
Di sisi lain, kehadiran ketiga putri Dwayne Johnson di premiere film ini menjadi momen hangat yang menarik perhatian media hiburan. Mereka tampil bersama ayahnya di karpet merah, menambah sisi personal dari promosi film.
Dari segi pemasaran, Disney memang sudah berusaha maksimal dengan teaser dan trailer yang menarik. Namun hasil di lapangan menunjukkan bahwa ekspektasi penonton terhadap versi live action Moana ternyata lebih tinggi daripada yang disajikan.
Tren remake live action Disney memang sudah berjalan lama, mulai dari Beauty and the Beast hingga The Little Mermaid. Moana menjadi salah satu yang paling dinanti karena cerita aslinya sangat disukai, terutama oleh keluarga dan anak-anak.
Kritik utama yang muncul adalah kurangnya kejutan dalam adaptasi ini. Banyak elemen yang diambil langsung dari versi animasi tanpa penambahan yang bermakna, sehingga terasa seperti déjà vu bagi yang sudah menonton film aslinya.
Meski begitu, film ini tetap memiliki nilai hiburan bagi penonton yang belum pernah menonton versi animasinya. Bagi generasi baru, Moana live action bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal cerita tentang petualangan di lautan Pasifik.
Secara keseluruhan, performa box office Moana live action kemungkinan akan lebih bergantung pada mulut ke mulut dan reaksi penonton setelah menonton, bukan hanya dari promosi awal.











